REFKY FIELNADA

REFKY FIELNANDA

MAHASISWA EKONOMI ISLAM

Kamis, 10 Maret 2011

MAKALAH HURUF AL-NIDA'


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
            Di dalam kehidupan sehari-sehari, kita khususnya masyarakat Indonesia ketika memanggil seseorang atau sesuatu apapun dengun menggunakan kata wahai, hai, ya, dll, misalnya, wahai Ahmad!, hai A’isyah, ya Maryono dan lain sebagainya.
            Begitu pula dengan Bahasa Arab, di dalam tatanan atau grammatical Bahasa Arab untuk memanggil seseorang atau sesuatu apapun hurup-hurup tertentu yang di kenal orang dengan Huruf al-Nida’[1]

B. Rumusan Masalah
            Berpijak dari latar belakang masalah di atas, sehingga rumusan masalah yang pemakalah timbulkan adalah tentang Huruf al-Nida’

C. Tujuan: Menetahui,
1.      Macam-macam Huruf al-Nida’
2.      Bagaiman cara penggunaan Huruf al-Nida’
3.      Munada.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Macam-macam Huruf al-Nida’
            Huruf Nida’ adalah huruf yang di gunakan untuk memanggil.
Huruf Nida’ itu ada tujuh yaitu:[2]
أَيٚ٫يا٫آ٫أيا٫هيا٫وا٫أ   
Semua huruf diatas mempunyai arti yang sama yaitu: WAHAI. Tetapi hanya penggunaannya yang berbeda. Yang akan di jelaskan selanjutnya.

B. Cara Penggunaan Huruf al-Nida’
Ø  أي dan أ di gunakan untuk munada yang jauh atau sesuatu yang di panggil itu dekat dari tempat kita berada.
Ø  أيا dan هيا dan آ untuk munada yang di panggil itu jauh dari tempat kita berada.
Ø   Dan يا di gunakan untuk munada yang jauh, dekat, atau diantara jauh dan dekat.
Ø   Dan وا di gunakan untuk nudbah yang di gunakan untuk sesuatu yang mandub mutafajja’ ‘alaihi contoh:واكبدى.
Dan untuk Allah hanya di gunakan huruf يا dan tidak boleh menyeru Allah dengan huruf selain huruf يا. Begitu juga dalam istighosah atau meminta pertolongan kepada Allah, dan tidak boleh menggunakan selain dari huruf يا.

C. Munada
            Munada itu ada lima macam, yaitu: [3]
Ø      Munada yang berbentuk mufrad ‘alam
Ø      Munada yang bersifat nakirah maqsudah
Ø      Munada yang bersifat nakiroh ghoiru maqsudah
Ø      Munada yang berbentuk mudhaf
Ø      Munada yang di serupakan dengan mudhaf.
1. Munada yang berbentuk mufrad ‘alam adalah:
            Adalah lafazh yang bukan berbentuk mudhaf dan tidak di serupakan dengan mudhaf. Contoh:
يازيدُ = hai Zaid!
ياعمرُ = hai Umar!
ياأحمدُ = hai Ahamad!
2. Munada yang bersifat nakirah maqsudah,( nakirah yang di tentukan ), contoh:
يارجلُ = hai laki-laki! (menyeru seseorang yang tidak diketahui namanya).
3. Munada yang bersifat nakirah ghuiru maqsudah (yang tidak di tentukan maksudnya), contohnya seperti perkataan seorang tunanetra:
يارجلاخذبيدي = hai laki-laki! Bimbing lah tanganku.
4. Munada yang berbentuk mudhaf, yaitu munada dengan lafzh yang di idhofat-kan, contoh:
ياعبدَاللهِ = hai Abdullah!
5. Munada yang di serupakan dengan mudhof, contoh:
ياطالعاًجبلاً = hai orang yang mendaki gunung!

BAB III
KESIMPULAN

Harfu al-Nida adalah huruf yang di gunakan untuk menyeru atau memanggil. Dan yang di panggil atau isim setelah harfu al-nida’ disebut munada.
Harfu al-nida’ ada tujuh yaitu:

أَيٚ٫يا٫آ٫أيا٫هيا٫وا٫أ
            Dan munada ada lima macam yaitu:
Ø      Munada yang berbentuk mufrad ‘alam
Ø      Munada yang bersifat nakirah maqsudah
Ø      Munada yang bersifat nakiroh ghoiru maqsudah
Ø      Munada yang berbentuk mudhaf
Ø      Munada yang di serupakan dengan mudhaf.

DAFTAR PUSTAKA


Ø      Ghulabi, Musthafa, Syakh, 2005, Jaamiuddurusilarabiah, Maktabah Ashriah, Shaidan, Beirut.

Ø       K. H. MOCH. ANWAR, 2009, Terjemahan Matan Al-Jurmiyyah dan Imrit, Sinar Baru Algesindo, Bandung.




[1] Retorika Pribadi.
[2] Syakh Musthafa Ghulabi, 2005, Jaamiuddurusilarabiah, Maktabah Ashriah, Shaidan Beirut.
[3] K. H. MOCH. ANWAR,2009, Terjemahan Matan Al-Jurmiyyah dan Imrit, Sinar Baru Algesindo, Bandung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

Blogger news

Blogroll

About