Dalam menghadapi dunia, anda itu semut, laba-laba, atau lebah? Menurut Sir Francis Bacon, orang itu bisa bersikap seperti semut, laba-laba, atau lebah. Maksudnya apa? Semut itu terus bergerak, bekerja keras setiap hari mengambil apa saja yang ada. ...Hidup itu mengalir seperti sungai. Menghadapi dunia secara aktif tapi apa-ada...nya. Tidak ada stres nya. Pokoknya apa yang ada didepannya, apa yang diberikan oleh hidup, diambilnya, dan dibawa ke sarangnya untuk dinikmati. Mau gula, mau bangkai, ia gotong bawa pulang. Kalau laba-laba itu terbalik. Dia banyak diam, mikir. Dia membangun dunia dari dalam dirinya. Rumahnya, penghidupannya, semua dari dalam dirinya. Ia mengeluarkan sarang laba-laba dari kelenjar dalam tubuhnya. Sarangnya rumit dan detail. Serumit jalan pikirannya. Kemudian ia pasif, diam, menunggu. Sekali-kali ada makhluk lain yang tersesat, masuk ke dalam jaringannya. Baru perlahan-lahan ia mendekati makhluk malang itu, kemudian menyantapnya. Ia memprosesnya, mencernanya. Untuk kemudian dijadikan, antara lain, kelenjar membangun sarangnya. Kemudian diam lagi, merenung, menunggu. Kalau tidak ada yang nyasar ke dalam kehidupannya, maka matilah laba-laba dengan merana. Nothing happens in its life, unless there is an accident. Yang mengambil jalan tengah adalah lebah. Ia aktif seperti semut. Ke sana ke mari. Tapi ia selektif. Ia mencari bunga yang indah. Kembang yang cantik. Madu yang harum. Kalau ketemu, ia mengitarinya dengan senang, dan mengambil tetesan madu. Lebah itu mencari kembang cantik dalam kehidupan, dan mendapatkan tetesan madu sebagai oleh-olehnya. Tidak lupa sebelum pulang ke sarang, lebah membantu sang bunga untuk mendapatkan kekasih hati mereka, jodoh mereka, melalui penyerbukan. Kemudian lebah membawa tetesan madu itu ke sarangnya. Memprosesnya. Baik untuk keperluanya maupun untuk keperluan komunitas lebah. Bahkan kitapun bisa menikmati berlimpah madu yang nikmat. Lebah itu mengambil apa yang diberikan kehidupan, memprosesnya, kemudian mengembalikannya sebagai persembahan bagi kehidupan orang lain/makhluk lain. Jadi, anda bisa pilih : Mau hidup sibuk seperti semut, hidup cuek seperti laba-laba, atau hidup indah berbuahkan madu seperti lebah?
Minggu, 12 Juni 2011
Kamis, 09 Juni 2011
KETIKA SANG BUNDA (KEMBALI) BERTANYA
Hari masih pagi, ketika Asma menerima telpon dari sang Bunda. Sejenak diletakkannya sapu lidi yang tadi digunakan menyapu halaman. Disekanya keringat yang mengalir disudut-sudut wajah. Seperti biasa, dengan penuh takzim disapanya sang Bunda. “Apa kabar Bun? Tak biasanya nelpon pagi-pagi begini”, tanyanya dengan ceria.
“Ahh... tadi malam bunda bermimpi sakit parah. Bunda berpikir kalau-kalau itu pertanda dari Allah bahwa umur bunda tak lama lagi...”, suara Bunda terdengar lemas di seberang sana. “Jangan terlalu dipikirkan Bun, namanya juga mimpi. Makanya sebelum tidur Bun minta sama Allah supaya mimpi ketemu saya saja...”, Asma berusaha menghibur hati Bunda. “Nak... kapan lagi kau akan menikah...? Ingat umur nak.... Lagi pula, Bunda ingin melihatmu menikah sebelum....”, Bunda terisak, tak mampu menyelesaikan kalimatnya. Sungguh, entah untuk keberapa kalinya Bunda bertanya seperti itu pada Asma. Tapi kali ini, pertanyaan Bunda semakin membuat iba hati karena dilengkapi dengan tangis dan kisah kematian. Ini penggalan kisah lainnya dari hidup seorang muslimah yang menurut kebiasaan setempat tergolong lambat menikah.
Jika berada dalam posisi seperti ini, apa yang harus kita lakukan? Jawaban apa yang harus kita berikan pada sang Bunda? Kalau ditanya tentang keinginan menikah, perempuan normal mana yang tak ingin menikah? Apalagi kalau menikahnya dengan lelaki sholeh yang tampan, cerdas, kaya dan dari keluarga terhormat. Paket komplit lah! Tapi toh, yang namanya jodoh ada di tangan Allah. Tak bisa diprediksi! Kita manusia hanya disuruh berusaha optimal, tentu dengan niat dan cara yang baik. Jika usaha mencari jodoh ini dilakukan dengan niat dan cara yang benar, insya Allah akan berkah dan bernilai ibadah. Namun jika sebaliknya, justru akan menjadi dosa dan mendatangkan azab Allah. Na’udzubillah!
Lumrah, bahkan sangat naluriah. Setiap Bunda pasti menginginkan kebahagiaan untuk anaknya. Setiap Bunda pastinya berharap melihat anak perempuannya menikah dengan seorang lelaki yang bisa menjadi imam dunia-akhirat. Sebenarnya, ini adalah bagian dari naluri ke-ibu-an sang Bunda yang selalu ingin melindungi “gadis kecilnya”. Ya, dimata sang Bunda, kita selalu menjadi anak kecil yang butuh belai kasih serta bantuannya. Lihat saja bagaimana sang Bunda rela membuatkan masakan kesukaan kita di usia senjanya, atau sekedar memijat kepala kita yang sakit, padahal kita adalah seorang perempuan dewasa yang mampu berbuat banyak hal di belakang Bunda.
Maka pahamilah bahwa pertanyaan Bunda itu hanyalah luapan khawatirnya akan kebahagiaan dan kenyamanan kita. Ketika bunda bertanya, sikapilah dengan wajar dan bahagia. Sama seperti kita bahagia ketika sang Bunda mengingatkan kita untuk makan, istirahat, atau beli baju lebaran saat kecil. Bersukurlah Allah masih beri kesempatan kita punya sang Bunda yang selalu menemani tiap fase hidup ini. Senyumlah dengan tulus pada Bunda. Jika dekat dengannya, sering-seringlah mencium tangan dan pipinya, serta “bergelayut” di pundaknya yang mungkin mulai renta. Jika jauh, sering-seringlah mengucapkan bahasa cinta padanya.
Sekali lagi, adalah sangat wajar jika sang Bunda selalu bertanya. Lalu, mesti jawab apa? Sebelum memikirkan jawaban yang baik untuk sang Bunda, ada hal yang harus kita lakukan yaitu berusahalah mendapat jodoh yang baik. Status sebagai perempuan tak berarti kita tidak berusaha menemukan sang jodoh idaman sesuai kriteria kita. Tampaknya, kita memang harus lebih banyak beribrah kembali pada kisah-kisah wanita sholehah terdahulu. Ingatlah bagaimana ibunda Khadijah berusaha menemukan jodohnya melalui bantuan sang utusan yang menemui Rasulullah. Bahkan, sebelumnya Khadijah telah pula menguji keluhuran akhlak dan kepiawaian pribadi Rasulullah sebelum memutuskan mengirim utusan. Sebagai uji coba, perniagaan besar Khadijah dipercayakan pada pemuda al-amin, Muhammad SAW. Itulah yang dilakukan Khadijah hingga memperoleh posisi istimewa di hati Rasulullah SAW. Hingga sepeninggal beliau pun, Rasulullah masih selalu menyebutnya hingga Aisyah pun cemburu. Karena memang Khadijah bukan sembarang perempuan.
Ingat pula bagaimana Umar bin Khattab berusaha menemukan suami terbaik bagi Hafshah anaknya. Umar pergi menemui sahabat-sahabat kenamaan yang kemudian menolak permintaan Umar agar mereka menikahi anaknya. Sebagai orang tua, Umar berusaha memberikan yang terbaik bagi putrinya. Dan ternyata, tempat Hafshah adalah di sisi Rasulullah. Lengkap sudah!
Ingat pula bagaimana seorang gadis desa di Kufah berusaha menemukan jodoh terbaiknya dengan menghiasai diri dengan segala keutamaan akhlak dan kekuatan ibadah. Hingga sang ayah mengatakan bahwa anak gadisnya adalah buta, tuli, bisu dan lumpuh ketika meminta seorang pemuda menikahi si gadis. Pemuda itu adalah seorang musafir yang datang mengakui salah dan meminta izin karena terlanjur memakan buah dari kebun mereka tanpa izin. Benar-benar penyeleksian kekuatan iman dan kematangan azzam, bagi calon suami. Akhirnya Allah nikahkan wanita terjaga itu dengan seorang lelaki sholeh, Tsabit bin Ibrahim. Dari pernikahan mereka lahir ulama besar Imam Abu Hanifah. Subhanallah...!
Bercermin dari kisah-kisah tersebut, maka seorang perempuan harus berusaha menemukan jodohnya. Tak boleh hanya berlindung dibalik dalil “jodoh di tangan Allah, kalaulah jodoh tak kan kemana”. Maka, “kejarlah” jodohmu wahai para perempuan. Tapi bukan “kejar-kejaran” yang tak tentu arah dan tak peduli aral melintang, seperti syair-syair pujangga cinta. Kejarlah dalam jalan yang benar, diantaranya:
v Luruskan niat: menikah untuk ibadah,mengikut sunnah Rasulullah.
v Tingkatkan kualitas diri: perbanyak ibadah, perbaiki akhlak, pelihara fisik serta perluas ilmu dan wawasan.
v Luaskan pergaulan dengan pergaulan yang baik.
v Mintalah bantuan orang tua, guru atau orang-orang terpercaya untuk mencarikan pasangan yang baik.
v Perbanyak do’a dalam bingkai khauf dan raja’.
Itulah diantara usaha menemukan jodoh yang baik. Maka berusahalah dengan segala cara yang baik. Berusaha dan teruslah berusaha, tanpa pernah lelah atau putus asa. Jika sudah berusaha, maka hasilnya adalah hak Allah. Pada titik ini, berlakulah yang namanya takdir. Allah Maha Tahu apa yang terbaik bagi hambaNya. Baik menurut kita, belum tentu baik menurut Allah. Demikian pula sebaliknya. Hanya Allah yang tahu, kapan masanya dan siapa jodoh terbaik bagi kita. Kalaupun agak lambat menikah, toh masih banyak jalan lain beribadah menuju syurga. Inilah pentingnya niat yang lurus itu. Berusaha adalah wilayah kerja kita, sedangkan penentuan hasil adalah hak mutlak Allah Sang Pencipta. Ikuti saja aturan mainnya dengan gembira!
Jangan lupa, beri tahu sang Bunda tentang segala usaha kita. Biarkan Bunda tahu, bahwa kita tidak sedang berpasrah saja. Jangan sungkan sesekali “menggoda” sang Bunda, menagih dicarikan jodoh yang baik. Toh, sang Bunda pastinya sudah lebih berpengalaman... Tentunya bagian kalimat “jodoh yang baik” itu harus diberi penekanan. Berusahalah membangun komunikasi dialogis yang harmonis-romantis dengan orang tua tentang masa-masa penantian ini. Sebab, baik kita maupun orang tua, sama-sama butuh saling menguatkan untuk tetap yakin dengan keMaha-Pengasihan Allah SWT. Keberhasilan dalam tahap ini akan memudahkan kita menjawab ketika sang Bunda (kembali) bertanya.
Jika sang Bunda (kembali) bertanya, marilah kita merajut serangkai kata untuk menentramkannya. Tiap kita tentu lebih tahu, kalimat seperti apa yang Bunda kita lebih sukai. Di samping bahasa verbal, ada jalinan hati yang sangat kuat antara kita dan sang Bunda. Maka sebenarnya, sebelum serangkai kata terucap, hati kita harus lebih dahulu bicara pada sang Bunda. Biarkan hati Bunda menangkap sinyal keyakinan dan ketentraman hati kita terhadap takdir Allah. Jika hati kita pun gundah dan tentu arah, maka jangan berharap Bunda bisa tentram hatinya.
Jika sang Bunda (kembali) bertanya, bicaralah melalui hati dan lisan kita. Berikan sang Bunda kalimat-kalimat ceria, optimis dan penuh keyakinan pada kemurahan Allah SWT. Jangan beri celah untuk Bunda khawatir, apalagi sampai mempertanyakan takdir. Bicaralah dengan lembut dan penuh kasih. Meski sang Bunda (kembali) bertanya setiap harinya. Jangan pernah bosan, apalagi jengkel padanya. Bersykurlah. Insya Allah, kedewasaan kita menyikapi pertanyaan demi pertanyaan Bunda, akan membantunya untuk lebih sabar dan tawakkal. Sang Bunda tak kan kalah dengan kesabaran dan ketawakkalan anaknya. Toh, sang Bunda jualah yang turut mengajarkan kita tuk sabar dan tawakkal.
Jika sang Bunda (kembali) bertanya, bahagialah atas kasih sayangnya. Jika sang Bunda (kembali) bertanya, bersyukurlah masih diberi kesempatan diperhatikannya. Jika sang Bunda (kembali) bertanya, jawablah dengan baik dan ikhlas. Jika sang Bunda (kembali) bertanya, tetaplah sabar dan istiqomah. Panjatkan saja do’a setiap waktu, mohon kemurahan dan petunjuk Allah SWT. Yakinlah, Allah Maha Mendengar setiap pinta hambaNya. Wallahu a’lamMinggu, 05 Juni 2011
MAHASISWA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN
Perlu disadari, mahasiswa adalah intelektual terdidik. Kaum muda dengan segala potensi memiliki kesempatan dan ruang untuk berada dalam lingkungan akademis yang disebut kampus.
Harapan besar menunggu kalangan terdidik ini menjadi penerus kepemimpinan bangsa, negara ini menunggu waktu untuk mereka urus, bukan merusuh. Sebagai kaum menengah ke atas, karena hanya lima persen saja dari masyarakat Indonesia yang merasakan sebagai mahasiswa, tidak seharusnya kelakuan urakan dan emosional mereka perturutkan. Wakil Ketua Sumbar Intellectual Society (SIS) Musfi Yendra S IP menekankan, berbagai perubahan yang terjadi di belahan dunia ini sebagian besar dicatatkan oleh mahasiswa.
Reformasi sebagai momen penting di Indonesia pun, adalah hasil perjuangan mahasiswa dengan gerakannya. “Alam kebebasan berdemokrasi, tanpa tekanan otoriter sekarang ini adalah buah dari pola-pola gerakan yang dilakukan oleh kaum terdidik yang ingin bangsanya mengalami perubahan,” terangnya.
Sebagai kaum terdidik yang hidup dalam komunitas masyarakat, menurut mahasiswa Program Pascasarjana Unand ini, memiliki beberapa peran penting. Pertama, sebagai iron stock, yaitu mahasiswa diharapkan menjadi manusia tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia yang dapat menggantikan generasi-generasi sebelumnya. “Artinya mahasiswa merupakan aset, cadangan dan harapan bangsa. Kongkritnya sebagai penerus tonggak estafet bangsa,” lanjutnya.
Kedua, mahasiswa sebagai agent of change. Dimana mahasiswa sebagai agen dari suatu perubahan yang diharapkan dalam rangka kemajuan bangsa. Dilakukan dengan memperjuangkan hak-hak rakyat kecil dan miskin, mengembalikan nilai-nilai kebenaran yang diselewengkan oleh oknum-oknum elit. “Dalam perubahan ini mahasiswa harus menjadi garda terdepan,” tambahnya.
Ketiga, mahasiswa sebagai agent of problem solver. Dimana, mahasiswa harus menjadi generasi yang memberikan solusi dari setiap persolaan yang terjadi dalam lingkungan dan bangsanya sendiri. Dengan berbagai analisa dan kajian-kajian akademik yang dilakukan, semestinya mahasiswa bisa membantu jalan keluar terhadap kondisi sulit yang dihadapi oleh pengambil kebijakan.
Keempat, mahasiswa sebagai agent of control. Fungsi ini dilakukan terhadap penyimpangan yang dilakukan oleh penguasa negara. Berpijak dari ungkapan Jo Grimmond, mantan anggota Parlemen Inggris, mahasiswa harus berontak terhadap birokrasi dalam semua bentuk dan sikapnya. “Mahasiswa harus berontak terhadap pikiran yang hanya berpikir dalam rangka organisasi yang dianutnya atau terhadap kelaziman-kelaziman yang telah di-indoktrinasi-kannya,” lanjut Musfi.
Baik terhadap determinisme ekonomi dan teknik, penggunaan pendidikan yang menghasilkan budak-budak bagi suatu teknokrasi yang digerakkan oleh mesin, para profesor yang memberikan sedikit waktu di universitas-universitas di mana katanya mereka harus mengajar.
Konflik Internal, Kekerdilan Jiwa
Peran dan fungsi mulia mahasiswa sering mereka cederai sendiri. Hal ini menunjukkan satu bentuk indikasi kekerdilan jiwa mahasiswa, dengan melakukan konflik internal dalam satu kampus. “Dinamikanya tidak pada hal-hal yang subtansi, seperti tersinggung oleh kata-kata, merasa tidak dihargai oleh junior atau mahasiswa dari fakultas lain. Pemicu lainnya, karena perebutan teman perempuan dan sebagainya. Akibat yang ditimbulkan adalah anarkisme,” terangnya.
Merusak fasilitas kampus dengan membabi buta dan menganggu proses belajar mengajar (PBM) mahasiswa lain, lumrah dilakukan dengan alasan di atas. Terakhir, fenomena di kampus Universitas Negeri Padang (UNP) tanggal 20 September lalu, antara Mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Keolahragaan.
Musfi mencatat, tidak seharusnya kampus pencetak calon pendidik itu, berubah mencekam di bulan Ramadhan yang seharusnya penuh kedamaian. Tidak jelas apa yang dipersoalkan, akhirnya diselesaikan dengan cara tawuran seperti preman. “Wajah pendidikan Sumatera Barat tercoreng ulah mereka. Hampir seluruh media cetak dan elektronik nasional menayangkan beritanya. Kita sebagai masyarakat tentu sangat menyayangkan kejadian ini,” lanjutnya.
Untuk itu, menurutnya ke depan mahasiswa mesti mengarahkan energinya kepada hal yang lebih membangun dan kritis. Budaya gerakan massa yang dipunyai oleh mahasiswa sebagai kekuatan, harusnya diarahkan kepada kontrol terhadap kebijakan yang tidak memihak kepada rakyat.
Harapan besar menunggu kalangan terdidik ini menjadi penerus kepemimpinan bangsa, negara ini menunggu waktu untuk mereka urus, bukan merusuh. Sebagai kaum menengah ke atas, karena hanya lima persen saja dari masyarakat Indonesia yang merasakan sebagai mahasiswa, tidak seharusnya kelakuan urakan dan emosional mereka perturutkan. Wakil Ketua Sumbar Intellectual Society (SIS) Musfi Yendra S IP menekankan, berbagai perubahan yang terjadi di belahan dunia ini sebagian besar dicatatkan oleh mahasiswa.
Reformasi sebagai momen penting di Indonesia pun, adalah hasil perjuangan mahasiswa dengan gerakannya. “Alam kebebasan berdemokrasi, tanpa tekanan otoriter sekarang ini adalah buah dari pola-pola gerakan yang dilakukan oleh kaum terdidik yang ingin bangsanya mengalami perubahan,” terangnya.
Sebagai kaum terdidik yang hidup dalam komunitas masyarakat, menurut mahasiswa Program Pascasarjana Unand ini, memiliki beberapa peran penting. Pertama, sebagai iron stock, yaitu mahasiswa diharapkan menjadi manusia tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia yang dapat menggantikan generasi-generasi sebelumnya. “Artinya mahasiswa merupakan aset, cadangan dan harapan bangsa. Kongkritnya sebagai penerus tonggak estafet bangsa,” lanjutnya.
Kedua, mahasiswa sebagai agent of change. Dimana mahasiswa sebagai agen dari suatu perubahan yang diharapkan dalam rangka kemajuan bangsa. Dilakukan dengan memperjuangkan hak-hak rakyat kecil dan miskin, mengembalikan nilai-nilai kebenaran yang diselewengkan oleh oknum-oknum elit. “Dalam perubahan ini mahasiswa harus menjadi garda terdepan,” tambahnya.
Ketiga, mahasiswa sebagai agent of problem solver. Dimana, mahasiswa harus menjadi generasi yang memberikan solusi dari setiap persolaan yang terjadi dalam lingkungan dan bangsanya sendiri. Dengan berbagai analisa dan kajian-kajian akademik yang dilakukan, semestinya mahasiswa bisa membantu jalan keluar terhadap kondisi sulit yang dihadapi oleh pengambil kebijakan.
Keempat, mahasiswa sebagai agent of control. Fungsi ini dilakukan terhadap penyimpangan yang dilakukan oleh penguasa negara. Berpijak dari ungkapan Jo Grimmond, mantan anggota Parlemen Inggris, mahasiswa harus berontak terhadap birokrasi dalam semua bentuk dan sikapnya. “Mahasiswa harus berontak terhadap pikiran yang hanya berpikir dalam rangka organisasi yang dianutnya atau terhadap kelaziman-kelaziman yang telah di-indoktrinasi-kannya,” lanjut Musfi.
Baik terhadap determinisme ekonomi dan teknik, penggunaan pendidikan yang menghasilkan budak-budak bagi suatu teknokrasi yang digerakkan oleh mesin, para profesor yang memberikan sedikit waktu di universitas-universitas di mana katanya mereka harus mengajar.
Konflik Internal, Kekerdilan Jiwa
Peran dan fungsi mulia mahasiswa sering mereka cederai sendiri. Hal ini menunjukkan satu bentuk indikasi kekerdilan jiwa mahasiswa, dengan melakukan konflik internal dalam satu kampus. “Dinamikanya tidak pada hal-hal yang subtansi, seperti tersinggung oleh kata-kata, merasa tidak dihargai oleh junior atau mahasiswa dari fakultas lain. Pemicu lainnya, karena perebutan teman perempuan dan sebagainya. Akibat yang ditimbulkan adalah anarkisme,” terangnya.
Merusak fasilitas kampus dengan membabi buta dan menganggu proses belajar mengajar (PBM) mahasiswa lain, lumrah dilakukan dengan alasan di atas. Terakhir, fenomena di kampus Universitas Negeri Padang (UNP) tanggal 20 September lalu, antara Mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Keolahragaan.
Musfi mencatat, tidak seharusnya kampus pencetak calon pendidik itu, berubah mencekam di bulan Ramadhan yang seharusnya penuh kedamaian. Tidak jelas apa yang dipersoalkan, akhirnya diselesaikan dengan cara tawuran seperti preman. “Wajah pendidikan Sumatera Barat tercoreng ulah mereka. Hampir seluruh media cetak dan elektronik nasional menayangkan beritanya. Kita sebagai masyarakat tentu sangat menyayangkan kejadian ini,” lanjutnya.
Untuk itu, menurutnya ke depan mahasiswa mesti mengarahkan energinya kepada hal yang lebih membangun dan kritis. Budaya gerakan massa yang dipunyai oleh mahasiswa sebagai kekuatan, harusnya diarahkan kepada kontrol terhadap kebijakan yang tidak memihak kepada rakyat.
COMMANDS, NEGATIVE COAMMANDS, NEGATIVE INDIRECT COMMANDS
PEMBAHASAN
A. Commands
Berisikan perintah kepada seseorang untuk mengerjakan suatu hal tertentu. Ciri kalimat ini adalah dipergunaknnya kata kerja bentuk pertama pada awal kalimat jika perintah tersebut berupa kata kerja. Sedangkan jika perintah berupa kata sifat, maka kita pergunakan be pada awal kalimat yang kemudian diikuti oleh kata sifat (adjective), dan juga diikuti oleh kata keterangan (adverb), atau kata benda (noun). Perhatikan contoh berikut:
a. Perintah berupa kata kerja (verb)
· Go home and take a rest. You’ll fine.!
· Take some pain pills, please!
· See the doctor and get some medicines from the drugstore!
· Eat breakfast in the morning. It’s very good for you!
b. Perintah berupa kata sifat (adjective), kata keterangan (adverb), atau kata benda (noun)
· Be careful and be sure! (adjective)
· Be ready to go now! (adjective)
· Be here as soon as possible! (adverb)
· Be a good man! (noun)
B. Negative Commands
Berisikan larangan yang ditujukan kepada seseorang agar tidak melakukan suatu hal tertentu. Ciri kalimat itu adalah dipergunakannya don’t pada awal kalimat yang kemudian diikuti oelh kata kerja I ataau kita menambahkan be terlebih dahulu untuk kemudian diikuti oleh kata sifat, kata keterangan, ataupun kata benda.
a) Larangan berupa kata kerja
· Don’t go home!
· Don’t take any pain pills!
· Don’t see the doctor!
· Don’t eat breakfast too much!
b) Larangan berupa kata sifat, kata keterangan, kata benda.
· Don’t be careless and be doubtful!
· Don’t be lazy to go now!
· Don’t be here so soon!
· Don’t be bad boy. Everyone will hate you!
C. Negative Indirect Commands
Adalah kalimat larangan langsung, dan negative indirect commands baisanya menggunakan kata kerja ask, tell, order, or say. Apabila di indirect commands kata kerja tadi diikuti oleh (to + verb) maka di negative indirect commands ditambahkan not sebelum to. Contoh:
· I told Rachel not to walk that way to school
· Abigail ordered Jerry not to pull her hair
· Please ask the kids not to make so much noise
· Sue asked the hairdresser not to sh orten her hair length
.
.
.
DAFTAR PUSTAKA
Ø BB, Founder of GMAT Club, GMAT Ultimate Grammer, 2010
Ø Pardiyono, Drs, Pasti Bisa Communication Grammar For EASY CONVERSATION, ANDI, 2004.
Ø Winarno, Dwi, Ellan, Belajar Tuntas Tata Bahasa Inggris (Tanpa Guru), Pustaka Pelajar,1999
Kamis, 10 Maret 2011
EKONOMI SYARIAH
RESUME
PERINSIP DASAR MENURUT MASU’DUL A’LAM CHOUDHURY
Dosen Pembimbing: Ambok Pangiuk, S. Ag, M. Si

Di Susun Oleh:
REFKY FIELNANDA
M. BARKAH
FAKULTAS SYARIA’H JURUSAN EKONOMI ISLAM
IAIN SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI
2010
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI................................................................................................... i
KATA PENGANTAR..................................................................................... ii
MASUDUL ALAM CHOUDHURY........................................... 1
TIGA PERINSIP DASAR............................................................ 1
INSTRUMEN MAKRO EKONOMI ISLAM.............................. 2
KATA PENGANTAR
Bismillahhirrahmanirrahim
Segala puji hanya untuk Allah tuhan sekalian alam yang melimpahkan rahmat dan hidayah_Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan resume ini tepat pada waktunya.
Resume ini dibuat sejalan dengan tugas yang di berikan oleh dosen pada mata kuliah EKONOMI ISLAM yang membahas tentang PERINSIP DASAR MENURUT MASU’DUL A’LAM CHOUDHURY.
Kami menyadari sepenuhnya resume ini masih jauh dari kesempurnaan oleh karena itu kami sangat menerima masukan dari berbagai pihak untuk menyempurnakan resume ini.
Semoga resume ini bisa bermanfaat dan membantu para mahasiswa FAKULTAS SYARIA’H, khususnya jurusan EI. Amin.
Wassalamu’alaikum WR. WB
Jambi, Desember 2010
Penyusun
MASUDUL ALAM CHOUDHURY
Masudul alam choudhry adalah professor universitas cape Breton nova scotia, Canada. beliau telah memberikan kuliah secara luas pada sejumlah universitas dan institute professional di negara-negara berbeda salah satunya di universitas Indonesia.
Banyak buku yang telah ditulis olehnya salah satunya kontribusi untuk teori ekonomi islam.
Masudul alam choudhury menjelaskan bahwa pendekatan ekonomi Islam itu perlu menggunakan shuratic process, atau pendekatan syura. Syura itu bukan demokrasi. Shuratic process adalah metodologi individual digantikan oleh sebuah konsensus para ahli dan pelaku pasar dalam menciptakan keseimbangan ekonomi dan perilaku pasar.
Individualisme yang merupakan ide dasar ekonomi konvensional tidak dapat lagi bertahan, karena tidak mengindahkan adanya distribusi yang tepat, sehingga terciptalah sebuah jurang pemisah antara yang kaya dan yang miskin.
Menurutnya ada tiga prinsip dasar dalam ekonomi islam yaitu :
- prinsip persatuan dan persaudaraan, dalam konteks ekonomi islam perinsip persatuan dan persaudaraan adalah hal terpentingdari semua hubungan dalam perekonomian karena di dalamnya diajarkan bagaiman seseorang saling berhubungan dan saling membutuhkan satu sama lainnya dengan penuh kebenaran dan tanggung jawab terhadap Allah
- prinsip kerja dan berproduktivitas, prinsip ini terbagi atas gaji individual harus sebanding dengan jumlah dan kategory pekerjaan yang mereka kerjakan maksudnya apa yang mereka kerjakan sebanding dengan gaji atau upah yang mereka terima
- prinsip distribusi kekayaan, Distributive justice yaitu menghendaki adanya keadilan distribusi kekayaan melalui pembayaran zakat, sedekah dan infak agar tidak merugikan orang lain atau menabung dengan sistem bagi hasil yang mana tujuannya agar tidak terjadi jurang pemisah yang sangat dalam antara yang kaya dan miskin
Instrumen makro ekonomi islam sebagai berikut :
- Penghapusan bunga, agar terciptanya rasa persatuan dan persaudaraan islam melarang adanya bunga dalam transaksi ekonomi seperti dalam tawar menawar , oleh karena itu dalam sistem ekonomi Islam tidak menggunakan riba agar terhindar dari penggunaan suku bunga dengan menerapkan prinsip profit and loss sharing (bagi hasil) pada financial intermediation yang lebih adil agar tercipta perekonomian yang lebih stabil dan efisien dan melarang kegiatan-kegiatan yang nonproduktif, berbahaya, haram (non halal),dana tidak baik
- Dengan menggunakan instrument bagi hasil atau mudharabah , mudharabah adalah suatu pembagian keuntungan sistem di dalam islam, yang mana mitra membantu tenaga kerja atau perusahaan dengan perjanjian yang sesuai kontrak untuk berbagi keuntungan
Dia mengartikan mudarabah sebagai suatu kerjasama kemitraan yang didalamnya masing-masing menyertakan modal, pengelola ataupun perusahaan dengan kesepakatan untuk berbagi keuntungan dalam bentuk persentase.
- Penghapusan pemborosan konsumsi, masyarakat islami memprioritaskan konsumsi kepada alat-alat keperluan dan kenyamanan hidup serta mencari kridhoan Allah, produksi dan konsumsi atas barang yang tidak diperlukan tidak akan dilakukan, agar tidak terjadi pemborosan maka uang akan ditabungan dalam wujud investasi nyata yang mana dana tersebut akan di alokasikan agar menghasilkan alat-alat keperluan dengan meningkatkan daya produksi
- Instrument zakat, peranan zakat dalam distribusi kekayaan sangatlah penting oleh karena itu pendapatan atau aset kekayaan yang telah mencapai nisab wajib membayar zakat
pendekatan ekonomi Islam itu perlu menggunakan shuratic process, atau pendekatan syura. Syura itu bukan demokrasi. Shuratic process adalah metodologi individual digantikan oleh sebuah konsensus para ahli dan pelaku pasar dalam menciptakan keseimbangan ekonomi dan perilaku pasar. Individualisme yang merupakan ide dasar ekonomi konvensional tidak dapat lagi bertahan, karena tidak mengindahkan adanya distribusi yang tepat, sehingga terciptalah sebuah jurang pemisah antara kaya dan miskin.
Pertanyaan kemudian muncul, apakah konsep Islam dalam ekonomi bisa diterapkan di suatu negara, misalnya di negara kita? Memang baru-baru ini muncul ide untuk menciptakan dual economic system di negara kita, dimana ekonomi konvensional diterapkan bersamaan dengan ekonomi Islam . Tapi mungkinkah Islam bisa diterapkan dalam kondisi ekonomi yang nyata?
Islam sebelum menjawab pertanyaan tersebut, Umar Chapra (2000) menjelaskan bahwa terdapat dua aliran dalam ekonomi, yaitu aliran normatif dan positif. Aliran normatif itu selalu memandang sesuatu permasalahan dari yang seharusnya terjadi, sehingga terkesan idealis dan perfeksionis. Sedangkan aliran positif memandang permasalahan dari realita dan fakta yang terjadi. Aliran positif ini pun kemudian menghasilkan perilaku manusia yang rasional. Perilaku yang selalu melihat masalah ekonomi dari sudut pandang rasio dan nalarnya. Kedua aliran ini merupakan ekstrim diantara dua kutub yang berbeda.
Lalu apa hubungannya kedua aliran tersebut dengan pelaksanaan ekonomi Islam? Ternyata hubungannya adalah akan selalu ada orang-orang yang mempunyai pikiran dan ide yang bersumber dari dua aliran tersebut. Jadi atau tidak jadi ekonomi Islam akan diterapkan, akan ada yang menentang dan mendukungnya. Oleh karena itu sebagai orang yang optimis, maka penulis akan menyatakan ‘Ya’, Islam dapat diterapkan dalam sebuah sistem ekonomi.
Tetapi optimisme ini akan dapat terwujud manakala etika dan perilaku pasar sudah berubah. Dalam Islam etika berperan penting dalam menciptakan utilitas atau kepuasan (Tag El Din, 2005). Konsep Islam menyatakan bahwa kepuasan optimal akan tercipta manakala pihak lain sudah mencapai kepuasan atau hasil optimal yang diinginkan, yang juga diikuti dengan kepuasan yang dialami oleh kita. Islam sebenarnya memandang penting adanya distribusi, kemudian lahirlah zakat sebagai bentuk dari distribusi itu sendiri.
Maka, sesungguhnya kerangka dasar dari ekonomi Islam didasari oleh tiga metodolodi dari Muhammad Anas Zarqa, yang kemudian dikombinasikan dengan efektivitas distribusi zakat serta penerapan konsep shuratic process (konsensus bersama) dalam setiap pelaksanaannya. Dari kerangka tersebut, insyaAllah ekonomi Islam dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Dan semua itu harus dibungkus oleh etika dari para pelakunya serta peningkatan kualitas sumber daya manusianya (Al Harran, 1996). Utilitas yang optimal akan lahir manakala distribusi dan adanya etika yang menjadi acuan dalam berperilaku ekonomi. Oleh karena itu semangat untuk memiliki etika dan perilaku yang ihsan kini harus dikampanyekan kepada seluruh sumber daya insani dari ekonomi Islam. Agar ekonomi Islam dapat benar-benar diterapkan dalam kehidupan nyata, yang akan menciptakan keadilan sosial, kemandirian, dan kesejahteraan masyarakatnya.
Wallahu ‘alamu bishowwab.
Sebagaimana dikemukakan sebelumnya bahwa salah satu pilar pertumbuhan adalah memprioritaskan produksi. Dalam point ini ada sebuah pertanyaan yaitu, proyek-proyek apa sajakah yang diprioritaskan dan layak dipilih dalam memproduksi suatu produk. Untuk menentukan prioritas produksi, maka dalam ekonomi Islam prioritas tersebut sangat tergantung kepada tingkat perkembangan ekonomi yang telah dicapai. Ini sangat berkaitan dengan tingkatan kebutuhan manusia. Tingkatan tersebut dapat dikatogorikan:
Ø Kebutuhan untuk bertahan hidup (survival necesstities) yang berkaitan dengan barang-barang yang apabila tidak dimiliki oleh manusia akan menyebabkan dia meninggal. Contohnya makanan untuk orang yang kelaparan.
Ø Kebutuhan dasar (basic needs) yang berkaitan dengan barang-barang atau jasa yang apabila tidak dimiliki manusia menyebabkan kesulitan bagi mereka, walaupun tidak sampai menimbulkan kematian,contohnya ialah kebutuhan terhadap pakaian sederhana dan akomodasi.
Ø Kebutuhan pendukung (comforts) yang berakitan dengan barang-barang atau jasa yang menyebabkan kemudahan dan kenyamanan hidup, walaupun tanpa barang-barang tersebut hidup juga tidak akan mengalami kesulitan .Contohnya pakaian bagus, AC, dll.
Ø kenyamanan, tetapi juga memberikan prestise apabila mengkonsumsinya. Contohnya mobil mahal/mewah
Ø Barang-barang yang merusak (harmful items), yaitu barang-barang yang membahayakan dan merusak manusia seperti alkohol dan lain-lain.
Tingkat kebutuhan masing-masing kategori di atas berbeda antara satu orang dengan lainnya. Kebutuhan bertahan hidup (survival necessity) menempati tingkat tertinggi, bahkan pada kondisi darurat, barang-barang yang sebelumnya dilarang bisa menjadi halal.
Kebutuhan dasar (basic needs) merupakan satu hal yang mesti dijamin dalam konsep ekonomi Islam. Kebutuhan ini bahkan bisa dijadikan kriteria untuk mengukur garis kemiskinan seseorang. Dengan kata lain, seseorang yang mengalami kekurangan barang-barang ini bisa dianggap hidup di bawah garis kemiskinan. Prioritas produksi utama dalam ekonomi Islam adalah memproduksi kebutuhan dasar bagi masyarakat. Jika kebutuhan dasar telah mampu dipenuhi secara baik dan maksimal, maka prioritas pertumbuhan selanjutnya diarahkan untuk memproduksi barang-barang pendukung, karena akan meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Produksi barang-barang ini juga akan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Sedangkan barang-barang mewah walaupun tidak dilarang, namun tidak dianjurkan. Dengan demikian, barang-barang ini tidak menjadi prioritas dalam konsep pertumbuhan ekonomi Islam. Adapun barang-barang yang merusak jelas tidak dibenarkan, karena tidak dibutuhkan dan bahkan merusak.
Pada akhirnya, laju pertumbuhan ekonomi yang paling tinggi dalam Islam merupakan hal yang alamiyah sebagai hasil dari proses pemanfaatan sumberdaya secara efisisien dan penuh.
Hal ini disebabkan karena tuntutan untuk mencapai kemakmuran material dalam islam menghendaki.
Ø Tidak boleh dicapai lewat produksi barang dan jasa yang tidak sesuai dengan standart moral Islami
Ø Tidak boleh memperlebar kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin dengan mendorong konsumsi yang mencolok
Ø Tidak boleh menimbulkan bahaya kepada generasi sekarang dan akan datang dengan merusak lingkungan fisik dan moral mereka.
MAKALAH ILMU KALAM
BAB II
KESIMPULAN
Aliran Murji'ah adalah aliran islam yang muncul dari golongan yang tak sepaham dengan Khawarij. Ini tercermin dari ajarannya yang bertolak belakang dengan Khowarij. Pengertian murji'ah sendiri ialah penangguhan vonis hukuman atas perbuatan seseorang sampai di pengadilan Allah SWT kelak. Jadi, mereka tak mengkafirkan seorang Muslim yang berdosa besar, sebab yang berhak menjatuhkan hukuman terhadap seorang pelaku dosa hanyalah Allah SWT, sehingga seorang Muslim, sekalipun berdosa besar, dalam kelompok ini tetap diakui sebagai Muslim dan punya harapan untuk bertobat.
Secara garis besar, ajaran-ajaran pokok Murji'ah adalah:
- Pengakuan iman cukup hanya dalam hati. Jadi pengikut golongan ini tak dituntut membuktikan keimanan dalam perbuatan sehari-hari. Ini merupakan sesuatu yang janggal dan sulit diterima kalangan Murjites sendiri, karena iman dan amal perbuatan dalam Islam merupakan satu kesatuan.
- Selama meyakini 2 kalimah syahadat, seorang Muslim yang berdosa besar tak dihukum kafir. Hukuman terhadap perbuatan manusia ditangguhkan, artinya hanya Allah yang berhak menjatuhkannya di akhirat.
Tokoh utama aliran ini ialah Hasan bin Bilal Muzni, Abu Sallat Samman, dan Diror bin 'Umar. Dalam perkembangan selanjutnya, aliran ini terbagi menjadi kelompok moderat (dipelopori Hasan bin Muhammad bin 'Ali bin Abi Tholib) dan kelompok ekstrem (dipelopori Jaham bin Shofwan).
MAKALAH B. INGGRIS TENSES
PEMBAHASAN
1. SIMPLE PRESENT TENSE
( Waktu Sekarang)
A. Pengertian
Simple Present Tense adalah tense yang menyatakan suatu pekerjaan, peristiwa, atau kejadian yang terjadi hari ini, atau perbuatan yang terjadi saat ini. atau kejadian yang berulang kali yang merupakan suatu kebiasaan sehari-hari.
B. Kegunaan
· Untuk menyatakan hal-hal yang bersifat umum
Contoh : The sun rises in the east
· Untuk menyatakan suatu kebiasaan yang dilakukan sekarang
Contoh : He studies English every day
· Untuk menyatakan sesuatu kegiatan yang akan dilakukan dimasa yang akan datang
Contoh : The bus leaves tomorrow morning
· Untuk menyatakan perintah atau permintaan
Contoh : Please let us do the work
· Untuk menyatakan larangan atau peringatan
Contoh : Don’t open the door !
· Untuk memberikan komentar dalam suatu pertandingan
Contoh : Hartono passes the ball to Roni. Then Roni passes it to Ramang who heads it pas the goalkeeper and scores !
· Digunakan dalam kalimat seru yang dimulai dengan here atau there
Contoh : Here she comes !
There he goes !
C. Pola Kalimat
Ada dua pola kalimat present tense, yaitu uang menggunakan kata kerja TO BE (is, am, are) atau dengan kata kerja dasar (infinitive verbs) seperti go, sing, swim, play, dan sebagainya.
1. Kalimat dengan pola TO BE : is, am, are.
a. kalimat positive dengan rumus :
![]() |
Contoh : I am happy
You are happy
She is happy
b. Kalimat negative dengan rumus :
![]() |
contoh : I am not happy
You are not happy
She is not happy
c. Kalimat interrogative dengan rumus :
![]() |
Contoh : Am I happy ?
Are you happy ?
Is she happy ?
2. Kalimat dengan pola infinitive verbs : V1 (s/es/ies)
a. Kalimat positive dengan rumus :
![]() |
Contoh : I eat a cake
You eat a cake
She eats a cake
b. Kalimat negative dengan rumus :
![]() |
Contoh : I do not eat a cake
You do not eat a cake
She does not eat a cake
c. Kalimat interrogative dengan rumus :
![]() |
Contoh : Do I eat a cake ?
Do you eat a cake ?
Does she eat a cake ?
Keterangan : S = Subjek
Is/am/are = TO BE
Adjective = Kata sifat
Adverb = Keterangan
Noun = Kata benda
Verb – 1 = Kata kerja dasar
O/C = Object / Complement
Catatan :
- Kata bantu is, am, are dalam kalimat positive dapat disingkat
menjadi “s, ‘m, ‘re.
- Kata Bantu is not, are not, dalam kalimat negative dapat disingkat menjadi : isn’t, aren’t
- Huruf s ditambahkan pada kata kerja yang diikuti oleh subjek kalimat : she, he ,it, nama orang/benda tunggal atau jabatan/ sebutan orang tunggal.
- huruf es ditambahkan pada kata kerja yang huruf terakhirnya adalah : -s, sh, - ch, -x, -o
- huruf ies ditambahkan kepada kata-kata yang memiliki huruf mati (consonant)
contoh : fly menjadi Flies
6. Kata have dalam kalimat positive, bila diikuti subjek kalimat : she, he, it nama orang/benda/jabatan/sebutan orang tunggal berubah menjadi has.
7. Kata Bantu do not dapat disingkat menjadi Don’t sedangkan kata Bantu does not dapat disingkat menjadi Doesn’t.
Keterangan waktu yang biasa digunakan dalam Simple Present Tense:
v every day, every week, every month, every morning, every night, etc
v once a week, twice a week, once a day, twice a day, etc
v always
v sometimes
v generally
v usually, often, never, nowdays, etc.
2. PRESENT CONTINUOUS TENSE
A. Pengertian
Present Continuous Tense adalah tense yang menyatakan suatu perbuatan / peristiwa yang sedang berlangsung sekarang pada saat berbicara. Perbuatan itu biasanya mempunyai tenggang waktu yang termasuk dalam konsep sekarang atau waktu kini.
B. Kegunaan
- Untuk menyatakan peristiwa atau kegiatan yang sedang berlangsung saat sekarang
Contoh : I’m eating now.
He is sleeping now.
They are drinking at this moment.
- Untuk menyatakan peristiwa atau kegiatan yang sedang berlangsung saat sekarang ketika peristiwa atau kegiatan lain terjadi.
Contoh : She is talking to someone whwn we meet her.
Jack is studying when I phone him.
- Untuk menyatakan suatu rencana yang akan segera dilakukan dimasa datang. Dalam hal ini, keterangan waktu seperti : tonight, tomorrow, next….mutlak
Contoh : They are leaving for Jakarta tomorrow.
She is arriving at the airport at 10 o’clock tomorrow morning.
- Dengan pola be going to untuk menyatakan suatu kegiatan yang akan dilakukan dimasa datang.
Contoh : He is going to meet me next week.
We are going to hunt tomorrow.
C. Pola Kalimat
1. Kalimat positive dengan rumus :
Contoh : I am reading
She is reading
You are reading
2. Kalimat negative dengan rumus :
Contoh : I am not reading
You are not reading
She is not reading
3. Kalimat interrogative dengan rumus :
![]() |
Contoh : Am I reading ?
Are you reading ?
Is she reading ?
Catatan :
1. Bila suatu kalimat diawali dengan look atau listen atau be careful atau be quiet, maka Present Continuous Tense dapat dipakai.
Contoh : Look ! The guest is singing.
Be Careful ! It is biting.
Be quiet ! The head master is speaking
Keterangan waktu yang biasa digunakan dalam Present Continuous Tense :
v Now
v At present
v This year
v This morning
v Next month
v Today
v Soon
v Right now, etc.
3. PRESENT FUTURE TENSE
A. Pengertian
Present Future Tense adalah tense yang menyatakan suatu perbuatan / peristiwa yang akan terjadi diwaktu mendatang.
B. Kegunaan
1. Untuk menyatakan peristiwa, kegiatan atau tindakan yang akan terjadi dimasa datang.
Contoh : She will go next morning
We shall work tomorrow morning
2. Untuk menyatakan syarat dalam Conditional Clause ( kalimat bersyarat)
Contoh : He will go if you invite him
They will buy a car if they have enough money.
3. Untuk menyatakan pendapat, dugaan atau perkiraan tentang peristiwa di masa datang. Biasanya didahului dengan kata-kata : think, doubt, suppose, assume, expect, hope, feel, wonder, sure, etc.
Contoh : I feel he will meet you tomorrow.
I’m sure it will rain.
I think I shall get nine for my English test.
C. Pola Kalimat
1. Kalimat dengan pola : Shall/will + be
a. Kalimat positive dengan rumus :
![]() |
Contoh : I shall be hungry
You will be hungry
She will be hungry
b. Kalimat negative dengan rumus :
![]() |
Contoh : I shall not be hungry
You will not be hungry
She will not be hungry
c. Kalimat interrogative dengan rumus :
Contoh : Shall I be hungry ?
Will you be hungry ?
Will she be hungry ?
2. Kalimat dengan pola : shall/will + V1
a. Kalimat positive dengan rumus :
![]() |
Contoh : I shall sit
You will sit
She will sit
b. Kalimat negative dengan rumus :
![]() |
Contoh : I shall not sit
You will not sit
She will not sit
c. Kalimat interrogative dengan rumus :
![]() |
Contoh : Shall I sit ?
Will you sit ?
Will she sit ?
Catatan :
1. Shall dipakai bilamana subjek kalimatnya adalah I atau We
2. Shall dapat dipakai untuk semua subjek kalimat ( I, you, she, he, it, they, we) jika si pembicara ingin memperlihatkan rasa emosi yang kuat pada dirinya terhadap lawan bicara.
3. Shall untuk semua subjek dapat pula digunakan untuk menyatakan saran, tawaran, permintaan atau nasihat.
4. Shall not dapat disingkat menjadi shan’t
5. Will dapat dipakai untuk semua subjek kalimat ( I, you, she, he, it, they, we)
6. Will not dapat disingkat menjadi won’t.
7. Ket waktu yang biasa digunakan dalam Present Future Tense:
v Tomorrow
v Next year
v Tomorrow evening, morning
v Until…….
v When……..
v Next……
v Before………
v After…….., etc.
4. PRESENT FUTURE PERFECT TENSE
A. Pengertian
Present Future Perfect Tense adalah tense yang menyatakan suatu perbuatan atau peristiwa yang akan telah selesai dikerjakan diwaktu mendatang.
B. kegunaan
Untuk menyatakan peristiwa atau tindakan yang telah dimulai diwaktu lampau dan akan telah selesai diwaktu tertentu dimasa yang akan datang.
Contoh : By the end of this week, I shall have finished my work.
By next week, he will have read the whole passages of the book.
C. Pola Kalimat
1. Kalimat dengan pola : shall/will + have + been + adj/adv/ N
a. Kalimat positive dengan rumus :
![]() |
Contoh : I shall heve been there
You will have been there
She will have been there
b. Kalimat negative dengan rumus :
Contoh : I shall not have been there
You will not have been there
She will not have been there
c. Kalimat interrogative dengan rumus :
![]() |
Contoh : Shall I have been there ?
Will you have been there ?
Will she have been there ?
2. Kalimat dengan pola : shall/will + have + V3
a. Kalimat positive dengan rumus :
![]() |
Contoh : I shall have drunk
You will have drunk
She will have drunk
b. Kalimat negative dengan rumus :
![]() |
Contoh : I shall not have drunk
You will not have drunk
She will not have drunk
c. Kalimat interrogative dengan rumus :
![]() |
Contoh : Shall I have drunk ?
Will you have drunk ?
Will she have drunk ?
Catatan :
Keterangan waktu yang biasa digunakan dalam Present Future Perfect Tense :
v By the end of…….
v By then
v By now
v By next month
v By juli 1992
v By next year
v Etc.
Langganan:
Postingan (Atom)
















